jagstor

Header Banner JagoanStore

Wednesday, 11 April 2012

Mahasiswa Unas Jadikan Air untuk Penghemat BBM

JAKARTA – Mahasiswa di Universitas Nasional berhasil menemukan formula penghemat bahan bakar kendaraan bermotor yang berbahan dasar air.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, mengungkapkan kekagumannya pada hasil karya anak bangsa tersebut. Menurutnya dengan alat ini akan menghasilkan dua keuntungan yakni hemat bahan bakar dan hasil pembakaran yang ramah lingkungan.

"Tadi saya lihat sendiri alat untuk mengolah bahan bakar air tersebut dari fakultas otomotif Universitas Nasional. Menurut saya ini merupakan terobosan dan inovasi yang sangat bagus," ujar Prijanto.

Kepala Labolatorium Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional, Eddy Arifin, mengatakan dalam penemuan ini memang tidak sepenuhnya bahan bakar menggunakan air. Penelitian yang dilakukan selama dua tahun terakhir ini, dapat menghemat bahan bakar dari kendaraan bermotor hingga 70 persen.

"Tetap menggunakan bahan bakar minyak, tapi dengan menggunakan alat ini bisa menghemat bensin," kata Eddy, di sela-sela acara pembukaan Pekan Produk Kreatif Daerah 2011, di Balai Sarbini, Kamis (23/6/2011).

Dia menjelaskan di dalam air terdapat kandungan H2O, yang dibagi menjadi H2 (hydrogen) dan O2 (oksigen). Untuk memisahkan keduanya menggunakan proses Electrolysa Air. Proses tersebut merupakan proses konfensional dan pernah dikomersilkan 80 tahun lalu, jadi bukan merupakan proses baru lagi. Tapi, sekarang pengembangannya lebih bervariasi, mulai dari bahan, proses, dan desain.

"Kita beri nama Eco Power Booster (EPB), bisa digunakan untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Jika menggunakan alat ini, bisa mengehemat bahan bakar. Misalnya biasanya untuk satu liter bensin bisa mencapai 10 kilometer, dengan alat ini bisa menempuh 20 kilometer," jelasnya.

Saat ini, sebanyak 40 kendaraan roda empat dan 20 kendaraan roda dua yang baru menggunakan teknologi ini. Harga yang ditawarkan untuk alat ini yakni Rp 3 juta untuk kendaraan roda empat dan Rp 1,5 juta untuk kendaraan roda dua.

Dalam alat ini air yang digunakan sebagai bahan bakar tidak akan berkurang, karena air hanya sebagai pengantar gas HHO (hidrogen+oksigen) ke ruang bahan bakar melalui karburator. Alat tidak mengubah standar mesin dan cukup dipasang diruang mesin. EPB yang telah terisi air selanjutnya dialiri listrik DC dan EPB akan memproduksi gas HHO untuk dialirkan ke ruang bahan bakar.

Lebih lanjut dijelaskannya arus listrik ke EPB hanya mengalir setelah kunci kontak dalam posisi on, dan dalam posisi off EPB tidak bekerja. Beberapa contoh kendaraan yang berhasil menggunakan alat ini seperti Suzuki Skywave, Honda Vario, mobil Toyota Innova diesel, dan Toyota Yaris.
(zwr)
  
Fitriyah Tri Cahyani - Okezone
Kamis, 23 Juni 2011 19:01 wib
 

EPB Mampu Hemat BBM Hingga 70 Persen

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Eco Power Booster (EPB) yang dipamerkan pada Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) DKI 2011 diyakini mampu menghemat bahan bakar mulai dari 20 persen hingga 70 persen.

Hal ini disampaikan oleh Eddy Arifin, Kepala Laboratorium Teknik Otomotif Universitas Nasional saat mengikuti PPKD 2011 di Balai Kartini. Dikatakannya, temuan ini dinilai lebih efektif dan efisien karena energi listrik dapat dihasilkan melalui turbin air, turbin uap, kincir angin, solar cell, biomasa dan sebagainya. Masalah yang dihadapi adalah tidak ada tempat untuk menyimpan energi tersebut, karena itu alat berupa EPB ini diciptakan.

"Alat ini untuk meyimpan energi listrik yang tersimpan dalam H2 yang juga berasal dari air (H2O). Energi ini dapat digunakan melalui proses elektrolysa air sehingga air dapat terpisahkan menjadi hidrogen dan oksigen," ujar Eddy, Kamis (23/6/2011).

Lebih lanjut Eddy menerangkan contoh perbandingan kendaraan yang menjadi hemat bahan bakar setelah menggunakan alat ini seperti Toyota Innova Matic dari 1:5 menjadi 1:9,2, Honda Stream dari 1:9 menjadi 1:13, Suzuki Sky Wave dari 1:18 menjadi 1:32, ataupun Toyota Kijang matic diesel tahun 2002 dari 1:6 menjadi 1:10,5.

 Penulis: Danang Setiaji Prabowo  |  Editor: Johnson Simanjuntak
 Tribunnews.com - Kamis, 23 Juni 2011 15:17 WIB

Wow, Ada Motor Berbahan Bakar Air


INILAH.COM, Jakarta –Mahasiswa Universitas Nasional (Unas) berhasil membuat alat penghemat bahan bakar dengan menggunakan air. Alat ini bisa digunakan pada kendaraan bermotor.

Kepala Labolatorium Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional, Eddy Arifin mengungkapkan mahasiswanya berhasil menemukan cara bagaimana air dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Meskipun air tidak sepenuhnya menggantikan bahan bakar, paling tidak alat ini bisa menghemat penggunaan bahan bakar hingga 70 persen. "Penemuan ini menghasilkan dua keuntungan, yakni pertama penghematan terhadap bahan bakar dan kedua hasil pembakaran yang dihasilkan cukup ramah lingkungan," kata Eddy Arifin di sela-sela acara pembukaan Pekan Produk Kreatif Daerah 2011, di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Dijelaskan Eddy, penemuan tersebut tetap menggunakan bahan bakar minyak. Namun, alat buatan mahasiswanya itu bisa menghemat bensin hingga 70 persen. Di dalam air terdapat kandungan H2O, yang dibagi menjadi H2 (hydrogen) dan O2 (oksigen). "Untuk menjadi bahan bakar, keduanya dipisahkan menggunakan proses Electrolysa Air," jelasnya.

Proses tersebut merupakan proses konvensional dan pernah dikomersilkan 80 tahun lalu, jadi bukan merupakan proses baru lagi. Tetapi sekarang pengembangannya lebih bervariasi, mulai dari bahan, proses, dan desain, kita namakan ini Eco Power Booster.

Saat ini, baru 40 kendaraan roda empat dan 20 kendaraan roda dua yang menggunakan teknologi ini. Harga yang ditawarkan untuk alat ini yakni Rp 3 juta untuk kendaraan roda empat dan Rp 1,5 juta untuk kendaraan roda dua. [tjs]
 
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
metropolitan - Kamis, 23 Juni 2011 | 21:20 WIB