jagstor

Header Banner JagoanStore

Wednesday, 11 April 2012

"Eco Power Booster", Solusi Hemat BBM ala Unas!

Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo saat melakukan kunjungan dan menerima pemasangan Eco Power Booster pada kendaraannya di kampus Universitas Nasional, Jakarta, Jumat (24/2/2012).
M.Latief | Latief | Jumat, 24 Februari 2012 | 20:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat tengah dilanda kekhawatiran terkait naiknya bahan bakar minyak (BBM) karena tingginya harga bahan bakar dapat memicu kenaikan harga bahan pokok. Kian menipisnya sumber daya alam tak terbarukan ini juga membuat pemerintah mulai membatasi penggunaan BBM, khususnya premium, dengan melakukan sosialisasi penggunaan pertamax bagi masyarakat mampu.
Solusi penghematan bahan bakar untuk kendaraan bermotor dengan memanfaatkan air untuk membangkitkan energi listrik dengan HHO menggunakan dry cell.-- Ajat Sudarajat

"Sayangnya, hal itu tidak membuat masyarakat beralih mengunakan bahan bakar premium sehingga subsidi BBM masih terus membengkak," ujar Dekan Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Nasional, Ajat Sudrajat, saat menerima kunjungan Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo pada sosialisasi penghemat BBM "Eco Power Booster" di kampus Universitas Nasional, Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Untuk itu, lanjut dia, berbagai pihak kini terus mengembangkan energi terbarukan, antara lain melalui biomasa, biogas, dan hydrocell. Salah satu upaya itu juga dilakukan oleh Program Diploma Tiga Otomotif FTS Unas yang mengembangkan penggunaan energi terbarukan dengan memanfaatkan energi air.

"Solusi penghematan bahan bakar untuk kendaraan bermotor dengan memanfaatkan air untuk membangkitkan energi listrik dengan HHO menggunakan dry cell. Penghemat bahan bakar ini yang kami namakan dengan Eco Power Booster," ujarnya.

Ia memaparkan, Eco diambil sesuai artinya, yaitu ekonomis dan efisien. Sementara Power Booster berarti dapat memacu kecepatan kendaraan. Penghemat bahan bakar ini bisa mengurangi konsumsi bahan bakar dengan penghematan antara 20 % - 70 %.

Kepala Laboratorium FTS Unas, Eddy Arifin, menambahkan, jika biasanya untuk satu liter bensin bisa mencapai 10 kilometer, dengan alat ini kendaraan bisa menempuh hingga 20 kilometer. Selain itu, Eco Power Booster juga dapat meminimalkan emisi gas buang (gas CO dan CO2) yang berbahaya bagi lingkungan hingga 50 persen.

"Sehingga baik untuk lingkungan. Performa kendaraan bermotor juga akan meningkat dan mampu menurunkan suhu kerja mesin dan menurunkan panas yang terpapar ke udara," kata Eddy.

Ia mengakui, pada temuan ini memang tidak sepenuhnya bahan bakar yang digunakan berasal dari air. Namun, penggunaan air dalam Eco Power Booster membantu mengurangi penggunaan BBM. Menurutnya, prinsip mengembangkan air sebagai energi adalah dengan mengubahnya menjadi senyawa-senyawa penyusunnya, yaitu hidrogen (H) dan oksigen (O).

"Elektrolisis air menjadi prinsip dasar untuk mengubah air menjadi senyawa-senyawa penyusunnya. Gas H2 hasil elektrolisis tersebut digunakan sebagai energi bahan bakar yang memiliki tingkat pembakaran lebih tinggi, dibandingkan dengan energi lainnya," tutur Eddy.

Ia mengatakan, teknologi Eco Power Booster juga lebih unggul dari teknologi sejenis lainnya karena tidak panas meski dinyalakan selama 24 jam. Meskipun belum diproduksi secara masal, penghemat bahan bakar ini sudah cukup dikenal di kalangan sivitas akademika Unas dan lingkungan sekitarnya. Terbukti, kata dia, hingga kini sudah ada sekitar 40 kendaraan roda empat dan 20 kendaraan roda dua yang baru menggunakan teknologi ini.

"Kami belum produksi secara massal, masih untuk internal saja. Tapi, mereka yang sudah menggunakan mengaku puas, karena selain irit BBM, tarikan mesin jadi lebih enteng. Dari situlah biasanya mereka menceritakan ke teman-temannya," ujar Eddy.

Terkait hak paten teknologi Eco Power Booster, Ajat mengatakan sedang dalam proses. Dia berharap, bulan ini proses hak paten sudah berjalan. Pihak Unas juga terus melakukan penyempurnaan produk agar kualitasnya dapat terus terjamin sembari mengembangkan teknologi untuk kepentingan lain di bidang rumah tangga dan juga perbengkelan.

"Agar bisa menjadi kontribusi yang berharga, tidak hanya dalam menjawab krisis BBM, namun juga menjadi solusi energi tak terbarukan di masa depan," ujarnya.

Alat Penghemat BBM Karya Mahasiswa UNAS

Jakarta, BosMobil.com - Setelah dunia otomotif Indonesia dihebohkan dengan hadirnya Mobil Nasional (Mobnas) Esemka, kini giliran kaum akademisi yang unjuk gigi. Para mahasiswa dari Universitas Nasional (UNAS) Jakarta baru saja meluncurkan Eco Power Booster, sebuah alat yang mampu menghemat bahan bakar minyak (BBM) hingga 50 persen.

Penghematan yang bisa mencapai 50 persen ini rupanya menjadi daya tarik tersendiri karena Eco Power Booster buatan mahasiswa Unas ini mampu mengembangkan air sebagai energi untuk kemudian mengubahnya menjadi senyawa-senyawa penyusunnya yaitu hidrogen (H) dan oksigen (O). Elektrolisis air menjadi prinsip dasar untuk mengubah air menjadi senyawa-senyawa penyusunnya. Gas H2 hasil elektrolisis tersebut digunakan sebagai energi bahan bakar yang memiliki tingkat pembakaran lebih tinggi, dibandingkan dengan energi lainnya.

Dalam temuan ini memang tidak sepenuhnya bahan bakar yang digunakan berasal dari air. Namun, penggunaan air dalam Eco Power Booster, membantu mengurangi penggunaan BBM. Bahkan Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo telah berani menggunakan alat racikan Anak Bangsa tersebut pada kendaraannya. "Sudah dipasang di mobil saya. Nanti kalau ternyata alat ini memuaskan, kan banyak juga yang menggunakan," ujar Widjajono ketika ditemui BosMobil di Jakarta.

Ia menuturkan ada banyak cara ,mengatasi kebaikan harga minyak. Diantaranya dengan menaikkan harga BBM, penggunaan energi alternaitif seperti gas atau menggunakan transportasi umum. "Namun bisa juga diatasi dengan meningkatkan kompetensi kita seperti dengan penemuan alat ini," ungkapnya.

Bosmobil.com - Posted: 24 February 2012

Alat Penghemat Bahan Bakar ala Unas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Satu lagi karya mahasiswa. Sebuah alat penghemat bahan bakar diproduksi Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional (FTS Unas). Alat yang disebut Eco Power Booster ini berguna sebagai alat penghemat bahan bakar, sekaligus meningkatkan performa kendaraan bermotor. Kehadiran alat ini diharapkan mampu membantu program efisiensi BBM yang dicanangkan pemerintah dan pengembangan energi terbarukan.

Eco Power Booster merupakan alat penghemat bahan bakar yang dipasang pada kendaraan bermotor. Alat ini bekerja memanfaatkan energi air untuk membangkitkan energi listrik yang dibantu dengan perangkat dry cell. Penggunaan alat ini mampu mengurangi konsumsi bahan bakar kendaraan antara 20 hingga 70 persen. Alat ini juga mampu menekan emisi gas buang co dan co2 yang berbahaya bagi lingkungan hingga 50 persen. Kemampuan mesin kendaraan pun akan lebih baik karena mampu menurunkan suhu mesin. "Dengan alat ini untuk satu liter bensin yang biasanya untuk 10 kilometer, kini bisa 20 kilometer," kata Dekan FTS Unas, Ajat Sudrajat.

Harga jual perangkat ini bervariasi mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta rupiah untuk kendaraan roda empat. Saat ini pihak FTS Unas mengaku sudah memperoleh 200 pesanan alat serupa dari berbagai pihak. Namun, pihaknya masih memproses izin produksi dan penjualan resmi alat tersebut ke pemerintah agar dapat segera dipasarkan secara luas.

Karena itu, pihak Unas bekerja sama dengan Badan kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM PII) guna membantu mendorong pemasaran dan pengembangan produk ini. Wakil Ketua Umum 1 BKM PII, Bambang Purwohadi menilai kerja sama itu merupakan kemitraan strategis yang perlu terus dikembangkan dengan melibatkan kalangan industri dan pemerintah. Alat ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasi pembatasan subsidi BBM yang dicanangkan pemerintah. Apalagi munculnya alat ini bersamaan dengan mencuatnya kendaraan Esemka yang kini menjadi buah bibir masyarakat.
Redaktur: M Irwan Ariefyanto
Reporter: hiru muhammad
Kamis, 09 Pebruari 2012, 12:15 WIB

Unas Jalin Kerja Sama dengan PII

Kamis, 09 February 2012 06:12
JAKARTA (Lampost): Universitas Nasional (Unas) menjalin nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di ruang selasar, Kampus Unas, Rabu (18-2).

MoU ditandatangani Rektor Unas El Amry dan Ketua Umum PII Budi M. Suyitno.

MoU disepakati guna memenuhi kebutuhan antara kedua pihak, serta memanfaatkan perkembangan iptek dan sains serta SDM yang ada.

Rektor Unas El Amry mengatakan kerja sama ini penting mengingat banyaknya silang pendapat terhadap beberapa karya teknologi yang kini menjadi isu nasional dan perhatian publik, seperti masalah konversi dan penggunaan bahan bakar, serta apresiasi dan kreasi mobil nasional oleh pelajar SMK.

"Penelitian yang dilakukan dosen Fakultas Teknik dan Sain Unas sejak tahun 2009, tentang teknologi hemat bahan bakar yang dikenal dengan nama Eco Power Booster bagi kendaraan bermotor, dapat menjawab persoalan resources, khususnya bahan bakar," ujar El Amry.

Kerja sama ini, katanya, diharap menjadi jembatan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri sebagai satu kesatuan yang bersinergi. Kerja sama ini diharap dapat ditindaklanjuti secara konkret dalam lapangan teknologi, khususnya bidang kejuruan mesin, sehingga dapat bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan tinggi dan kemajuan bangsa secara umum.

Keinginan tersebut diwujudkan dengan penandatanganan MoU antara Fakultas Teknik dan Sains Unas dengan Koperasi Serbausaha Kopkemi PII Badan Kejuruan Mesin PII terkait dengan teknologi, produksi, dan pemasaran Eco Power Booster.
Perjanjian ini ditandatangani Dekan FT dan Sains Unas Adjat Sudradjat dan Ketua Umum Kopkemi PII Handoko. "Melalui kerja sama ini, kami memberikan hak eksklusif kepada Kopkemi PII untuk melakukan pemasaran Eco Power Booster yang berlaku untuk seluruh Indonesia," ujar Adjat.

Hal ini mengingat permintaan Eco Power Booster cukup tinggi. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam penghematan energi bahan bakar. (HES/S-3)

Unas-PII Kerjasama Pasarkan "Eco Power Booster"

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerjasama para insinyur dan para akademisi perguruan tinggi semakin penting ditingkatkan mengingat banyaknya silang pendapat terhadap beberapa karya teknologi yang saat ini tengah menjadi isu nasional dan perhatian publik, mulai soal konversi dan penggunaan bahan bakar serta apresiasi dan kreasi mobil nasional oleh pelajar siswa menengah kejuruan (SMK). Kerjasama tersebut harus saling memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan sains serta sumber daya yang tersedia bagi kepentingan masyarakat.

Upaya ini diharapkan bukan semata bermanfaat dalam urusan konversi energi, namun juga menolong kondisi masyarakat yang sedang tercekik lehernya karena mahalnya harga bahan bakar.
-- Bambang Purwohadi

Demikian diungkapkan Rektor Universitas Nasional (Unas) El Amry Bermawi Putera terkait penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) tentang pendidikan, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat antara Unas dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). El Amry memaparkan penelitian yang dilakukan dosen Fakultas Teknik dan Sains Unas sejak 2009 tentang teknologi hemat bahan bakar yang dikenal dengan nama Eco Power Booster bagi kendaraan bermotor. 

"Menurut hemat saya, penelitian ini dapat menjawab persoalan resources, khususnya bahan bakar," ungkap El Amry di Jakarta, Rabu (8/2/2012).

Penandatangan MoU tersebut juga diikuti dengan penandatangan Perjanjian Kerjasama (Memorandum of Agreement) antara Fakultas Teknik dan Sains Unas dan Koperasi Serba Usaha (Kopkemi) PII, dan Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM PII) terkait teknologi, produksi dan pemasaran Eco Power Booster. Perjanjian kerjasama ini ditandatangani oleh Dekan Fakultas Teknik dan Sains Unas, Ir Ajat Sudrajat dan Ketua Pengurus Kopkemi PII, Ir Handoko.

Ia mengatakan, kerjasama dengan PII diharapkan dapat menjadi jembatan antara perguruan tinggi, pemerintah dan industri sebagai satu kesatuan yang bersinergi. Kerjasama ini juga harus ditindaklanjuti secara konkrit dalam lapangan teknologi, khususnya bidang kejuruan mesin. 

"Sehingga dapat bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan tinggi khususnya, serta kemajuan bangsa secara umum." katanya.

Senada El Amry, Bambang Purwohadi, Ketua Umum I Badan Kejuruan Mesin Persatuan Insinyur Indonesia (BKM PII) mengatakan, kerjasama akan menjadi langkah yang strategis untuk membantu mengatasi solusi krisis energi nasional. Ia mengatakan, melalui perjanjian kerjasama ini pihaknya memberikan hak eksklusif kepada KOPKEMI PII untuk melakukan pemasaran Eco Power Booster yang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.

"Jadi, upaya ini diharapkan bukan semata bermanfaat dalam urusan konversi energi, namun juga dapat menolong kondisi masyarakat yang sedang tercekik lehernya karena mahalnya harga bahan bakar. Ini mengingat permintaan terhadap Eco Power Booster cukup tinggi, sehingga mudah-mudahan bisa membantu masyarakat dalam penghematan energi bahan bakar," ungkap Ajat. 

M.Latief | Latief | Rabu, 8 Februari 2012 | 19:58 WIB

Eco Power Booster Unas Dilirik PII

JAKARTA - Seorang dosen Universitas Nasional (Unas) menciptakan solusi penghematan bahan bakar minyak (BBM) yang dinamai Eco Power Booster. Penemuannya ini pun dilirik Persatuan Insinyur Indonesia (PII). 

Rektor Unas El Amry Bermawi Putera mengatakan, Eco Power Booster merupakan penelitian dosen Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Unas sejak 2009 lalu. Penemuan ini dapat menjadi jawaban atas permasalahan penghematan BBM bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Inovasi Eco Power Booster ini sesuai dengan kampanye Go Green yang marak digalakkan," ujar Amry usai penandatanganan nota kesepahaman Unas dengan PII di Ruang Selasar Kampus Unas, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (8/2/2012).

Meski pergerakkan FTS dalam meraih akreditasi tergolong lambat, Amry mengaku, penemuan Eco Power Booster membuatnya sangat terkejut. "Penemuan ini sangat membuat saya terkejut dan kagum karena dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat secara luas," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I Badan Kejuruan Mesin (BKM) PII Bambang Purwohadi menyebutkan, kerja sama ini merupakan kerja sama riil perdana PII dengan perguruan tinggi. 

"Kerja sama riil dengan Unas ini bisa menjadi kejutan dan inspirasi bagi negara lain untuk terus melakukan program serupa," kata Bambang.

Dia mengungkapkan, Eco Power Booster akan menolong bangsa Indonesia dari krisis yang tengah melanda Tanah Air, khususnya krisis energi. Eco Power Booster juga bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang tengah tercekik karena tingkat subsidi BBM.

Selain kerja sama antara Rektor Unas dan BKM PII, perjanjian kerja sama (MoA) juga dilaksanakan oleh Dekan FTS Unas dengan Koperasi Serba Usaha (Kopkemi) PII. Kerja sama ini terkait teknologi, produksi, dan pemasaran Eco Power Booster.(rfa)
 
Okezone.com 
Margaret Puspitarini - Rabu, 08 Februari 2012 15:06 wib
 

Hemat BBM ala Unas

JAKARTA - Berbagai upaya dilakukan kalangan akademisi untuk menciptakan inovasi dalam penghematan bahan bakar minyak (BBM) dan sesuai dengan konsep go green.

Adalah Eco Power Booster, sebuah alat untuk menghasilkan energi terbarukan dengan memanfaatkan energi air. Alat yang dapat diterapkan pada mobil dan motor ini merupakan hasil karya dosen Fakultas Teknik dan Sains (FTS) Universitas Nasional (Unas).

"Kami menemukan solusi untuk penghematan bahan bakar kendaraan bermotor dilakukan dengan memanfaatkan air untuk membangkitkan energi listrik," kata Dekan FTS Unas Ajat Sudrajat seperti dikutip dari siaran pers yang diterima okezone, Rabu (8/2/2012).

Sementara itu, Kepala Laboratorium FTS Unas Eddy Arifin menyebutkan, penggunaan Eco Power Booster dapat menghemat konsumsi bahan bakar sebesar 20-70 persen. "Biasanya satu liter bensin hanya mampu mencapai jarak 10 kilometer (km). Tapi dengan alat ini, sebuah kendaraan bisa menempuh hingga 20 km dengan satu liter bensin," ujar Eddy.

Selain bisa, mampu menghemat konsumsi BBM, Eco Power Booster membuktikan diri dalam menyuseskan program ramah lingkungan. Pasalnya, alat ini dapat meminimalkan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan hingga 50 persen.

Meski belum dipasarkan secara luas, Eco Power Booster sudah terkenal di kalangan civitas akademika Unas dan lingkungan sekitarnya. Terbukti, terdapat sekira 40 mobil dan 20 motor yang menggunakan alat ini.

"Sejauh ini penggunaan Eco Power Booster masih untuk kalangan internal. Tapi menurut pengakuan para pengguna alat ini, mereka puas terhadap hasil yang diperoleh. Karena, selain irit BBM, tarikan mesin menjadi lebih enteng," kata Eddy.

Ajat mengungkapkan, ke depan, alat ini akan diproduksi secara massal dengan menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia (PII). "Kami mematok harga Rp1 juta untuk Eco Power Booster bagi motor serta Rp3 juta untuk mobil," ujar Ajat menambahkan.(rfa)
 
Okezone.com
Margaret Puspitarini - Rabu, 08 Februari 2012 16:31 wib